Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Hearing hingga Aksi Massa Tak Digubris, Warga Sepukur Pertanyakan Komitmen PT INTAM

Hearing hingga Aksi Massa Tak Digubris, Warga Sepukur Pertanyakan Komitmen PT INTAM



Media Transrevolusi group Com, Sumbawa, NTB. – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sumbawa Mining Entrepreneurs Association (SUMEA) bersama masyarakat Desa Sepukur, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, menyampaikan kekecewaan terhadap aktivitas tambang emas PT INTAM. 


Warga menilai perusahaan belum membuka ruang keterlibatan bagi masyarakat lokal, khususnya pelaku usaha setempat yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan operasional perusahaan.


Ketua LSM SUMEA, Yosi Larian, mengatakan berbagai upaya telah dilakukan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, mulai dari hearing hingga aksi unjuk rasa.


Namun, menurutnya, langkah-langkah tersebut belum mendapat respons yang sesuai dengan harapan warga.

“Kami sebagai masyarakat lokal hanya ingin dilibatkan dalam kegiatan perusahaan. 


Jangan jadikan kami penonton di daerah kami sendiri. Kalian mengambil kekayaan alam di wilayah kami, lalu pergi meninggalkan dampak lingkungan yang cukup berat bagi masyarakat,” ujar Yosi.


Menurutnya, kekecewaan warga sempat memicu aksi sweeping sebagai bentuk tekanan agar perusahaan memberikan penjelasan terkait sejumlah tuntutan masyarakat. 


Langkah tersebut dilakukan setelah berbagai upaya komunikasi dinilai belum memperoleh tanggapan yang memadai.


Selain persoalan keterlibatan masyarakat, Yosi juga menyoroti kompensasi penggunaan jalan akses yang diklaim dibangun secara swadaya oleh warga sejak 2017. 


Ia menyebut saat ini PT INTAM telah menggunakan jalur alternatif melalui Desa Padesa, Kecamatan Lantung, sehingga akses lama tidak lagi dimanfaatkan.


“Jalan yang selama ini diklaim dibangun warga sudah tidak digunakan lagi setelah perusahaan membuka akses baru melalui Desa Padesa. Persoalan ini juga perlu mendapat perhatian agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” katanya.


Yosi menegaskan bahwa masyarakat Desa Sepukur pada prinsipnya mendukung masuknya investasi ke wilayah mereka.


 Namun, dukungan tersebut perlu diimbangi dengan komitmen perusahaan untuk memberdayakan masyarakat sekitar melalui kesempatan kerja maupun kemitraan usaha.

“Kami mendukung pemerintah dalam mendorong investasi.


 Namun, perusahaan juga harus memberi ruang kepada masyarakat lokal, baik sebagai tenaga kerja maupun sebagai mitra penyedia kebutuhan perusahaan. Dengan demikian, manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga sekitar,” tegasnya.


LSM SUMEA berharap terjalin sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat agar berbagai persoalan dapat diselesaikan melalui dialog.


Langkah tersebut dinilai penting guna mencegah munculnya dampak sosial yang lebih luas di tengah masyarakat Kecamatan Lantung.


Jika diperlukan, saya juga dapat membantu mengubahnya menjadi rilis pers resmi, opini, atau berita yang lebih berimbang dengan memasukkan tanggapan PT INTAM dan pemerintah daerah.(Nas)

Posting Komentar

0 Komentar