Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Qori dan Qoriah Dompu Diduga Dianaktirikan Hingga di Lalaikan, Fasilitas Penginapan MTQ Jadi Sorotan

Qori dan Qoriah Dompu Diduga Dianaktirikan, Hingga Di Lalaikan, Fasilitas Penginapan MTQ Jadi Sorotan




Transrevolusi Group NTB – Polemik terkait pelayanan dan fasilitas bagi peserta Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) kembali mencuat. 


Sejumlah Qori dan Qoriah asal Kabupaten Dompu mengaku kecewa lantaran diduga tidak mendapatkan fasilitas penginapan yang layak selama mengikuti kegiatan MTQ tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2026.


Beberapa peserta mengaku tidak ditempatkan di hotel sebagaimana kafilah dari daerah lain, melainkan di sebuah rumah sewaan. Alasan yang diterima dari pihak terkait adalah keterbatasan kamar hotel karena seluruh hotel disebut telah penuh terisi.


Namun, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan peserta. 


Pasalnya, berdasarkan informasi yang beredar, sejumlah Qori dan Qoriah dari Kabupaten Bima dan Kota Bima justru disebut memperoleh fasilitas penginapan di hotel yang dinilai lebih nyaman dan representatif.


"Kalau memang hotel penuh, mengapa daerah lain masih bisa mendapatkan fasilitas hotel, sementara kami ditempatkan di rumah sewaan? Kami hanya berharap ada perlakuan yang adil bagi seluruh kafilah," ujar salah seorang peserta yang meminta identitasnya dirahasiakan.


Sorotan semakin menguat setelah beredarnya informasi mengenai alokasi anggaran yang disediakan Pemerintah Kabupaten Dompu untuk pelaksanaan dan keikutsertaan dalam MTQ. Dari total anggaran sebesar Rp549.425.000, disebutkan terdapat pos anggaran penginapan hotel sebesar Rp84.600.000.


Meski demikian, sejumlah peserta mengeluhkan pelayanan yang mereka terima selama mengikuti kegiatan. Mereka menilai fasilitas yang diberikan tidak sebanding dengan anggaran yang telah dialokasikan.


Para Qori dan Qoriah mengaku kecewa karena merasa kurang mendapatkan perhatian yang layak, padahal mereka merupakan perwakilan daerah yang membawa nama baik Kabupaten Dompu di ajang keagamaan tingkat provinsi.


Kondisi ini semakin kontras jika dibandingkan dengan pelayanan yang diterima kafilah dari daerah lain yang dinilai lebih maksimal.


Padahal seluruh kebutuhan peserta, termasuk akomodasi, seharusnya telah diatur melalui pos-pos anggaran yang tersedia.


Selain persoalan fasilitas, capaian prestasi Kabupaten Dompu dalam MTQ tahun ini juga menjadi perhatian. 


Setelah berhasil menempati peringkat kelima pada tahun 2024, Kabupaten Dompu kini berada di peringkat kesembilan, mengalami penurunan yang cukup signifikan.


Persoalan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya Facebook. Sejumlah akun menyoroti dugaan kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap pembinaan serta pelayanan bagi Qori dan Qoriah yang selama ini telah mengharumkan nama daerah.


Menanggapi hal tersebut, aktivis sosial yang dikenal dengan sapaan Aba FT menyampaikan keprihatinannya. Menurutnya, para Qori dan Qoriah merupakan aset daerah yang layak mendapatkan penghargaan serta pelayanan yang memadai.


"Qori dan Qoriah adalah duta daerah yang membawa nama Kabupaten Dompu di panggung MTQ. Jika benar terjadi perlakuan yang tidak adil atau pengabaian terhadap hak-hak mereka, maka hal tersebut harus dijelaskan secara transparan kepada publik," tegasnya.


Aba FT juga menyatakan akan mengumpulkan berbagai informasi dan data terkait persoalan tersebut. Apabila ditemukan adanya dugaan kelalaian atau penyimpangan dalam pengelolaan fasilitas peserta, dirinya tidak menutup kemungkinan untuk menempuh jalur hukum.

"Kami akan mengawal persoalan ini. 


Jika ditemukan adanya unsur kelalaian atau dugaan penyimpangan dalam pengelolaan fasilitas peserta, maka kami siap melaporkannya kepada pihak berwenang agar dilakukan pemeriksaan secara terbuka dan profesional," ujarnya.


Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Dompu maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan perbedaan fasilitas penginapan yang diterima oleh Qori dan Qoriah Kabupaten Dompu selama pelaksanaan MTQ. (RV/Nas)


Posting Komentar

0 Komentar