Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Saat "Kambeke Ana" Dijalankan, Begini Orang Tua Membangun chemistry dengan Anak Remaja

Saat "Kambeke Ana" Dijalankan, Begini Orang Tua Membangun chemistry dengan Anak Remaja


Oleh: Firmansyah, S.Psi., M.MKes. : Pengamat Sosial dan Tumbuh Kembang Anak Remaja serta Kabid Komunikasi dan Informasi Pemuda Panca Marga Kabupaten Dompu.

Media TransRevolusi Group Com NTB. – Program Kambeke Ana yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Dompu terus mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. 

Program yang digagas pada masa kepemimpinan Bupati Bambang Firdaus bersama Wakil Bupati Syirajuddin, SH ini dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berintegritas, mandiri, kreatif, serta memiliki kepedulian terhadap keluarga dan lingkungan.

Di balik pelaksanaan program tersebut, terdapat satu pesan penting yang perlu dipahami oleh setiap orang tua, yakni pentingnya membangun kemistri (chemistry) atau ikatan emosional yang kuat dengan anak remaja.

Ikatan emosional merupakan fondasi utama dalam menciptakan keluarga yang harmonis. Ketika hubungan emosional terjalin dengan baik, setiap anggota keluarga akan merasakan kesejukan, kenyamanan, kehangatan, dan kedamaian.

Suasana rumah pun menjadi tempat yang aman bagi anak untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi dirinya.

Sebaliknya, ketika hubungan emosional tidak terbangun, interaksi antara orang tua dan anak akan terasa hambar.


Masing-masing berjalan sendiri tanpa arah yang jelas. Komunikasi dipenuhi kesalahpahaman, sehingga rumah kehilangan fungsi utamanya sebagai tempat berbagi kasih sayang.

Program Kambeke Ana mengajak para orang tua untuk kembali hadir dalam kehidupan anak, bukan sekadar sebagai pengawas, tetapi juga sebagai sahabat, pendengar, sekaligus tempat berbagi cerita.

Membangun kemistri dengan anak remaja memang tidak mudah.

Masa remaja merupakan fase pencarian jati diri yang membuat mereka membutuhkan ruang untuk berkembang. 

Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan orang tua juga harus berubah.

Orang tua perlu mengurangi kebiasaan memerintah dan lebih banyak mendengarkan. 

Saat anak bercerita tentang sekolah, permainan, musik, atau hal-hal yang mereka sukai, berikan perhatian penuh tanpa langsung menghakimi.

Kalimat sederhana seperti, "Oh begitu, lalu bagaimana selanjutnya?" akan jauh lebih bermakna dibandingkan langsung mengatakan bahwa apa yang mereka ceritakan tidak penting.

Anak remaja pada dasarnya ingin dipahami

Mereka membutuhkan orang tua yang mampu memvalidasi perasaannya, bukan sekadar memberikan penilaian. 

Kalimat seperti "Wajar kalau kamu merasa kecewa" akan membuat mereka merasa dihargai dan lebih terbuka untuk berdiskusi.

Selain itu, orang tua juga dapat membangun kedekatan melalui aktivitas sederhana yang dilakukan bersama, seperti menikmati teh atau kopi sore tanpa telepon genggam, memasak bersama pada akhir pekan, berjalan santai di lingkungan rumah, menonton film favorit anak, atau sekadar mendengarkan musik yang mereka sukai.

Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan menjadi momen berharga yang memperkuat hubungan emosional dalam keluarga.

Menghormati privasi anak juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan.

Memberikan ruang kepada mereka bukan berarti membiarkan, melainkan menunjukkan bahwa orang tua menghargai proses pendewasaan anak sambil tetap memberikan pendampingan.

Ibarat hujan yang turun di tengah musim kemarau, kehadiran ikatan emosional mampu menghidupkan kembali suasana keluarga.

Hubungan yang sebelumnya terasa kaku berubah menjadi hangat, penuh perhatian, dan saling menghargai.

Melalui Program Kambeke Ana, Pemerintah Kabupaten Dompu tidak hanya berupaya membangun generasi muda yang berkualitas, tetapi juga mendorong terciptanya keluarga yang harmonis sebagai fondasi utama lahirnya sumber daya manusia yang unggul.

Keberhasilan program ini tentu membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, terutama para orang tua. 

Sebab, pendidikan karakter yang paling kuat selalu dimulai dari rumah, melalui kasih sayang, komunikasi yang sehat, serta ikatan emosional yang terjaga dengan baik. (Redaksi)


Posting Komentar

0 Komentar