![]() |
| Tambora Jungle Run 2026: Berlari Menyusuri Denyut Alam Tambora |
Media Transrevolusi group Com NTB.— Ada cara berbeda untuk mengenal Tambora. Bukan hanya dengan memandang puncaknya dari kejauhan, bukan pula sekadar menyusuri hamparan savana yang membentang luas. Tambora dapat dikenali lebih dekat dengan berlari, menyusuri jalur alam, menikmati lanskapnya, sekaligus merasakan denyut kehidupan yang menjadi bagian penting dari kekuatan wisata Kabupaten Dompu.
Semangat itulah yang terasa dalam Tambora Jungle Run 2026, Minggu pagi, 30 Agustus 2026. Sekitar 500 pelari dari berbagai daerah di Indonesia datang ke kawasan Tambora untuk memadukan olahraga, petualangan, keindahan alam, dan pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Perhelatan tersebut dipusatkan di kawasan Sanctuary Resort Doroncanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, yang menjadi salah satu lanskap unggulan di kawasan Tambora.
Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE secara langsung melepas peserta kategori 10K Savana Trail dan 5K Fun Trail. Namun, kehadiran Bupati tidak berhenti pada seremoni pelepasan peserta.
![]() |
Keterlibatan tersebut menjadi pesan sederhana, tetapi kuat. Pemerintah daerah tidak hanya hadir sebagai penyelenggara atau tamu dalam sebuah kegiatan, tetapi ikut merasakan langsung semangat olahraga yang dipadukan dengan eksplorasi alam.
Pesan tersebut semakin terasa karena sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda turut ambil bagian. Di antaranya Kepala Bappeda dan Litbang Provinsi NTB, Ketua DPRD Kabupaten Dompu, Kajari Dompu, Dandim 1614/Dompu, Kapolres Dompu, sejumlah kepala SKPD beserta jajaran, serta para camat se-Kabupaten Dompu.
Tiga Kategori, Tiga Cara Menikmati Tambora
Tambora Jungle Run 2026 menghadirkan tiga kategori dengan karakter lintasan yang berbeda. Masing-masing menawarkan pengalaman tersendiri dalam menikmati bentang alam Tambora.
Kategori pertama adalah 40K Sea to Summit Star yang dimulai pukul 05.15 WITA dari Sarae Nduha. Dengan lintasan terpanjang, peserta diajak menempuh perjalanan dari kawasan pesisir menuju kawasan Gunung Tambora.
Lintasan tersebut bukan sekadar menghadirkan tantangan fisik. Para pelari juga mendapatkan pengalaman menjelajah perubahan lanskap alam Tambora, dari kawasan pesisir hingga menuju kawasan pegunungan. Sebuah perjalanan yang memperlihatkan bagaimana kekayaan alam Dompu dapat menjadi ruang petualangan sekaligus destinasi olahraga berbasis alam.
Berikutnya, 10K Savana Trail dilepas pada pukul 06.30 WITA. Sesuai namanya, kategori ini membawa peserta menikmati karakter khas savana Tambora dengan medan yang menantang sekaligus menawarkan pemandangan alam yang menjadi daya tarik tersendiri.
Sementara itu, 5K Fun Trail menjadi pilihan bagi peserta yang ingin menikmati suasana Tambora dengan jarak yang lebih ringan. Kategori ini mengambil start dan finish di kawasan Sanctuary Resort Doroncanga.
Ketiga kategori tersebut memperlihatkan bahwa Tambora memiliki banyak cara untuk dinikmati. Ada yang datang mengejar tantangan, ada yang mencari pengalaman petualangan, dan ada pula yang ingin merasakan sensasi berlari di tengah lanskap alam yang menjadi salah satu kekuatan pariwisata Kabupaten Dompu.
Olahraga, Wisata, dan Pesan Pelestarian
Lebih dari sekadar ajang lari, Tambora Jungle Run 2026 menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi alam Tambora kepada lebih banyak orang.
Kehadiran ratusan pelari dari berbagai daerah secara tidak langsung memperluas cerita tentang Tambora. Mereka tidak hanya datang untuk menyelesaikan lintasan, tetapi juga melihat secara langsung bentang alam, suasana, dan karakter kawasan yang selama ini menjadi salah satu ikon Kabupaten Dompu.
Konsep olahraga berbasis alam seperti ini membuka peluang bagi pengembangan pariwisata yang tidak hanya mengandalkan kunjungan untuk melihat objek wisata, tetapi juga menghadirkan pengalaman langsung kepada wisatawan.
Berlari di savana, menyusuri jalur alam, menikmati lanskap dari pesisir hingga pegunungan, menjadi pengalaman yang sulit didapatkan hanya dari perjalanan wisata biasa.
Namun, semakin banyak orang mengenal Tambora, semakin besar pula tanggung jawab untuk menjaganya.
Karena itu, semangat yang dibangun melalui Tambora Jungle Run 2026 tidak berhenti pada garis finis. Ada pesan yang lebih besar: bahwa keindahan alam adalah aset bersama yang harus dirawat agar tetap dapat dinikmati generasi berikutnya.
Tambora bukan hanya tentang puncaknya. Bukan hanya tentang sejarah letusannya, savana, maupun lanskap pegunungannya. Tambora juga tentang pengalaman, tentang masyarakat, tentang olahraga, dan tentang bagaimana alam dapat menjadi ruang yang mempertemukan banyak orang dalam satu semangat.
Melalui Tambora Jungle Run 2026, Kabupaten Dompu menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan destinasi, sementara keindahan alam dapat menjadi alasan untuk datang, mengenal, dan pada akhirnya ikut menjaga Tambora.
Sebab, cara terbaik mengenal Tambora bukan hanya dengan melihatnya dari kejauhan, tetapi dengan datang, merasakan denyut alamnya, dan ikut menjaga kelestariannya.(BYOS/Advetorial)
.


0 Komentar