![]() |
| Distanbun Dompu Matangkan Pencairan Tahap Kedua Irpom 2026, Percepat Optimalisasi Air untuk Petani |
Media Transrevolusi Group.com | DOMPU, NTB — Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Dompu terus mendorong percepatan realisasi Program Irigasi Perpompaan (Irpom) tahun 2026.
Menindaklanjuti pelaksanaan tahap pertama sebanyak 80 unit yang tersebar di sejumlah kecamatan, Distanbun menggelar rapat koordinasi persiapan pencairan tahap kedua guna memastikan program berjalan optimal dan manfaatnya dirasakan langsung oleh petani.
Rapat tersebut dihadiri Kepala Distanbun Dompu, Syahrul Ramadhan, S.P., Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian, Hairul Insyan, S.P., serta seluruh UPTD dan penyuluh pertanian tingkat kecamatan.
Pembahasan difokuskan pada percepatan proses pencairan, penyusunan surat pertanggungjawaban (SPJ), sinkronisasi data Calon Petani Calon Lokasi (CPCL), serta antisipasi kendala teknis di lapangan.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam mendukung optimalisasi lahan pertanian, pemerataan distribusi air, dan penguatan swasembada pangan di Kabupaten Dompu.
Kepala Distanbun Dompu, Syahrul Ramadhan, S.P., melalui Kabid Sarana dan Prasarana Pertanian, Hairul Insyan, S.P., menjelaskan bahwa rapat koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut pelaksanaan Irpom tahap pertama sekaligus persiapan kegiatan optimalisasi lahan (Oplah) yang direncanakan berlangsung pada akhir tahun ini.
“Sekarang masih dalam proses pencairan tahap kedua untuk Irpom tahap pertama,” ujar Hairul kepada awak media di ruang kerjanya, Selasa (27/10/2026).
Hairul menjelaskan, sejak dilantik pada 15 Oktober 2026, dirinya melanjutkan pengawalan program yang telah berjalan sekitar 70 persen, dengan fokus menuntaskan sisa pekerjaan dan mempercepat tahapan administrasi.
Menurutnya, kesamaan persepsi antara jajaran dinas, UPTD, dan penyuluh di tingkat kecamatan sangat diperlukan agar proses pencairan berjalan lancar, tepat sasaran, dan sesuai petunjuk teknis.
“Alhamdulillah, tadi ada kesepakatan bahwa proses menuju termin kedua akan dipercepat. Penyusunan SPJ harus segera dilakukan. Karena itu, kita dorong dari tingkat bawah agar seluruh tahapan bisa berjalan lebih cepat,” tegasnya.
Program Irpom merupakan bentuk intervensi Kementerian Pertanian untuk membantu petani memperoleh akses air melalui penggunaan pompa dari sumber air menuju lahan pertanian.
Dukungan ini diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan air, memperluas peluang tanam, serta memperkuat produktivitas pertanian, terutama di wilayah yang membutuhkan dukungan pengairan.
Di akhir keterangannya, Hairul berharap pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani.
“Kami berharap kegiatan ini terlaksana dengan baik sesuai petunjuk teknis, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan petani dan menjadi modal positif bagi Kabupaten Dompu untuk memperoleh program serupa pada tahun berikutnya,” pungkasnya.
Komitmen Distanbun Dompu: Mempercepat realisasi program, memperkuat koordinasi hingga tingkat lapangan, dan memastikan dukungan infrastruktur pengairan semakin optimal demi mendukung ketahanan serta swasembada pangan.( BYOS)


0 Komentar