Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Skandal Beras BAZNAS Dompu: Ribuan Kilo Hilang, CCTV Rekam Di duga 6 Orang, Polisi Diminta Bertindak Cepat

Skandal Beras BAZNAS Dompu: Ribuan Kilo Hilang, CCTV Rekam Di duga 6 Orang, Polisi Diminta Bertindak Cepat



Media Transrevolusi Group.com NTB | Dompu. – Kasus dugaan hilangnya ribuan kilogram beras milik Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Dompu akhirnya resmi dilaporkan ke pihak kepolisian. 


Beras bantuan yang seharusnya disalurkan kepada penerima manfaat itu diduga raib dari gudang penyimpanan, memicu sorotan publik dan desakan agar kasus tersebut diusut tuntas.


Wakil Ketua VI BAZNAS Dompu, Amir Hamzah, saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (24/6/2026), membenarkan bahwa pihaknya telah melayangkan laporan resmi terkait dugaan pencurian beras BAZNAS ke aparat penegak hukum.

Gudang Baznas Dompu 


Menurut Amir, berdasarkan hasil pantauan kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di sekitar kawasan Masjid Raya Baiturrahman Dompu, terlihat adanya sekitar enam orang oknum yang diduga berkaitan dengan hilangnya beras tersebut. 


Namun demikian, ia menegaskan bahwa identitas dan keterlibatan mereka masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian.


“Sekitar malam hari diduga terjadi hilangnya beras BAZNAS. Kami baru mengetahui saat akan dilakukan penyaluran ke Kecematan Woja dan MANGGELEWA untuk yayasan  pada 17 Juni 2026. 


Karena itu, kami langsung mendalami persoalan ini dan hari ini resmi melaporkannya ke pihak kepolisian,” ujar Amir.


Saat ditanya apakah ada dugaan keterlibatan orang dalam, Amir memilih berhati-hati.

Tembok di Bobol Maling

Ia menegaskan bahwa BAZNAS belum bisa menyimpulkan apa pun sebelum proses penyelidikan dan penyidikan selesai dilakukan aparat penegak hukum.


“Kalau soal ada pihak dari dalam yang terlibat atau tidak, kami belum tahu. Kita tunggu hasil penyelidikan dan penyidikan dari kepolisian,” tegasnya.

Surat pengaduan 

Laporan resmi tersebut tertuang dalam Surat Pengaduan Nomor: Aduan/57/VI/2026 tertanggal 24 Juni 2026, yang ditujukan kepada Kepala Kepolisian Sektor Dompu.


Dalam surat itu, Amir Hamzah selaku pelapor menyampaikan adanya dugaan tindak pidana pencurian beras yang mengakibatkan kerugian besar bagi BAZNAS Dompu.


Berdasarkan kronologi yang tertuang dalam pengaduan, peristiwa itu diketahui pada Rabu, 17 Juni 2026 sekitar pukul 09.00 WITA, saat pihak BAZNAS hendak mendistribusikan beras ke pondok pesantren.


Namun, ketika dilakukan pengecekan stok di gudang kantor BAZNAS Dompu yang beralamat di Lingkungan Karijawa, Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, ditemukan adanya kekurangan beras dalam jumlah sangat besar.


Dalam laporan tersebut dijelaskan, jumlah beras yang sebelumnya masuk ke gudang BAZNAS tercatat sebanyak 41.519,99 kilogram. Setelah dikurangi untuk kebutuhan distribusi sebanyak 39.065 kilogram dan ditambah susut sebesar 150 kilogram, seharusnya masih tersisa 2.304 kilogram. 


Namun kenyataannya, saat dilakukan pengecekan menjelang penyaluran, beras yang tersisa hanya 175 kilogram, sehingga diduga sebanyak 2.129,99 kilogram beras telah hilang.


Atas kejadian itu, BAZNAS Dompu mengaku mengalami kerugian besar dan menegaskan bahwa langkah hukum ditempuh agar kasus ini tidak berhenti pada klarifikasi internal semata. 


Pihak BAZNAS juga meminta aparat kepolisian segera mengusut tuntas siapa saja yang terlibat, termasuk kemungkinan adanya aktor lain di balik raibnya beras bantuan tersebut.


Kasus ini kini menjadi perhatian serius masyarakat Dompu. 


Warga mendesak agar BAZNAS menyampaikan penjelasan terbuka kepada publik mengenai waktu kejadian, jumlah pasti beras yang hilang, kondisi gudang penyimpanan, pihak yang bertanggung jawab, serta kronologi lengkap peristiwa.


Desakan transparansi itu dinilai penting agar kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat tidak luntur.


Di tengah meningkatnya sorotan publik, masyarakat berharap aparat penegak hukum bergerak cepat menuntaskan kasus ini.


Sebab, beras yang hilang bukan sekadar barang logistik biasa, melainkan bantuan yang semestinya disalurkan kepada warga dan lembaga penerima manfaat yang membutuhkan.


Kini, publik menunggu langkah tegas kepolisian untuk mengungkap siapa dalang di balik dugaan pencurian beras BAZNAS Dompu tersebut.(B yos)



Posting Komentar

0 Komentar