![]() |
| Jemaah Umrah Asal Saneo Diduga Terlantar dalam Kondisi Sakit, Keluarga Minta PT Buana Santaosa Utama Bertanggung Jawab |
Media Transrevolusi Group Com NTB. — Dugaan persoalan pelayanan terhadap jemaah umrah kembali menjadi perhatian.
Seorang jemaah asal Kabupaten Dompu, Jarwan Nuhu (70), warga Dusun Saneo 02, Desa Saneo, Kecamatan Woja, dilaporkan mengalami sakit dan saat ini menjalani perawatan di Hospitality Hospital, Madinah, Arab Saudi.
Jarwan diketahui berangkat ke Tanah Suci bersama rombongan sebanyak 54 jemaah umrah asal Kabupaten Dompu melalui PT Buana Santaosa Utama Bulan Juli lalu.
Kondisi Jarwan kemudian menjadi perhatian keluarga setelah yang bersangkutan jatuh sakit saat berada di Madinah.
Keluarga mengaku khawatir terhadap kondisi kesehatan Jarwan yang membutuhkan penanganan medis sekaligus pendampingan.
Mereka juga berupaya memperoleh informasi yang jelas mengenai kondisi serta keberadaan orang tua mereka selama menjalani perawatan.
Persoalan tersebut mendorong keluarga mendatangi Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Dompu untuk menyampaikan laporan dan meminta tindak lanjut terkait pelayanan yang diterima Jarwan.
Namun, menurut keterangan keluarga, upaya tersebut belum membuahkan hasil yang diharapkan.
Keluarga kemudian mendatangi PT Buana Santaosa Utama Cabang Dompu.
Menurut keluarga, mereka diarahkan untuk berkoordinasi dengan kantor pusat PT Buana Santaosa Utama di Yogyakarta.
Selain itu, keluarga juga mendapat arahan untuk mendatangi Hospitality Hospital di Madinah agar dapat mengetahui secara langsung kondisi kesehatan Jarwan serta penanganan medis yang sedang dijalaninya.
Kondisi Kesehatan Sebelum Keberangkatan Dipertanyakan
Kondisi kesehatan Jarwan sebelum keberangkatan kini menjadi salah satu hal yang dipertanyakan keluarga.
Berdasarkan dokumen pemeriksaan radiologi dari RSUD Kabupaten Dompu tertanggal 10 Juli 2026 yang diterima keluarga, tercantum hasil pemeriksaan terhadap Jarwan Nuhu dengan diagnosis TB paru kasus baru.
Dalam hasil pemeriksaan tersebut juga tercatat adanya TB paru aktif dengan lesi luas disertai bronchopneumonia dextra, efusi pleura sinistra minimal, serta cardiomegaly dengan dilatatio et elongatio aortae.
Dokumen medis tersebut menjadi dasar kekhawatiran keluarga mengenai kondisi kesehatan Jarwan sebelum maupun selama menjalani perjalanan umrah.
Namun demikian, kondisi kesehatan Jarwan selama berada di Madinah, termasuk diagnosis dan penanganan medis yang diberikan di sana, masih perlu dikonfirmasi secara langsung kepada pihak rumah sakit maupun pihak penyelenggara perjalanan umrah.
Keluarga Minta Pertanggungjawaban
Harani (33), anak kandung Jarwan, menyampaikan kekecewaan keluarga dan meminta PT Buana Santaosa Utama memberikan kejelasan serta bertanggung jawab terhadap kondisi orang tuanya.
“Kami meminta pihak PT Buana Santaosa segera bertanggung jawab dan memulangkan orang tua kami yang sedang sakit,” tegas Harani.
Keluarga berharap pihak travel segera memastikan kondisi Jarwan, memberikan pendampingan yang memadai selama menjalani perawatan, serta membantu proses kepulangan ke Kabupaten Dompu apabila secara medis memungkinkan.
Keluarga juga meminta instansi pemerintah yang memiliki kewenangan dalam pengawasan penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah untuk melakukan klarifikasi dan pemeriksaan terhadap persoalan tersebut agar tidak menimbulkan keresahan maupun ketidakjelasan di tengah keluarga jemaah.
PT Buana Santaosa Utama Berikan Klarifikasi Sementara itu, Hj. Siti Kalisom, selaku mitra PT Buana Santaosa Utama Cabang Dompu, saat ditemui Media Transrevolusi Group Com NTB Kamis 14/08/2026, di kantornya memberikan klarifikasi mengenai keberangkatan dan kondisi Jarwan.
Menurutnya, Jarwan berangkat dalam kondisi yang dinilai sehat dan bugar. Pihaknya mengaku tidak menerima keterangan dokter yang menyatakan Jarwan sedang dalam kondisi sakit ketika akan diberangkatkan.
“Untuk keberangkatannya, Pak Jarwan dalam keadaan sehat dan bugar. Tidak ada hasil keterangan dokter yang menyatakan beliau dalam keadaan sakit,” jelas Hj. Siti Kalisom.
Ia mengatakan Jarwan bahkan dapat menyelesaikan rangkaian ibadah umrah setelah tiba di Tanah Suci.
Namun, setelah menyelesaikan ibadah, Jarwan disebut mengalami sakit dan kemudian menjalani perawatan di Hospitality Hospital, Madinah.
“Beliau sudah menyelesaikan umrahnya, setelah itu jatuh sakit dan sekarang dirawat di Hospitality Hospital di Madinah,” ujarnya.
Hj. Siti Kalisom juga menyarankan pihak keluarga, khususnya ahli waris, untuk datang ke Madinah agar dapat mengetahui secara langsung kondisi Jarwan sekaligus melihat proses perawatan yang sedang dijalaninya.
Saat ditanyakan mengenai riwayat penyakit Jarwan dan hasil diagnosis medis yang kini menjadi perhatian keluarga, Hj. Siti Kalisom mengaku tidak mengetahui adanya riwayat penyakit tersebut.
“Kami tidak mengetahui kalau ada riwayat penyakit.
Yang kami tahu beliau sehat-sehat saja. Bahkan dokter yang melakukan pemeriksaan di kantor PT Buana Santaosa Utama menyatakan beliau dalam keadaan sehat,” katanya.
Menurut Hj. Siti Kalisom, pihak PT Buana Santaosa Utama tetap membuka ruang tanggung jawab terhadap kondisi Jarwan.
“Kami tegaskan, pihak ahli waris segera mendampingi secara langsung kondisi Pak Jarwan.
Kami dari pihak PT Buana Santaosa Utama siap bertanggung jawab dan menanggung biaya kepulangan Pak Jarwan,” pungkasnya.
Menunggu Kejelasan dan Tindak Lanjut Perbedaan informasi mengenai kondisi kesehatan Jarwan sebelum keberangkatan kini menjadi perhatian.
Di satu sisi, keluarga menunjukkan dokumen pemeriksaan kesehatan yang menjadi dasar kekhawatiran mereka. Di sisi lain, pihak mitra PT Buana Santaosa Utama menyatakan Jarwan berangkat dalam kondisi sehat berdasarkan pemeriksaan yang mereka ketahui, ujar Hj. Siti Kalisom.
Pihak Buana Santaosa Utama pun berharap keselamatan dan kondisi kesehatan Jarwan menjadi prioritas utama, serta proses pendampingan dan kepulangannya dapat segera mendapatkan kepastian, ujarnya. (Byos)

0 Komentar