Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Kondisi Psikologis Individu Saat Mendapat Apresiasi: Perasaan Tidak Sendirian dalam Berjuang


Kondisi Psikologis Individu Saat Mendapat Apresiasi: Perasaan Tidak Sendirian dalam Berjuang


Oleh: Firmansyah, S.Psi., M.MKes.

Pengamat Sosial dan Tumbuh Kembang Anak dan Remaja

Media Transrevolusi group Com NTB.,- Memberikan apresiasi kepada seseorang bukan sekadar memberikan pujian agar orang tersebut merasa senang atau menyukai kita. 

Lebih dari itu, apresiasi memiliki dampak psikologis yang dapat memengaruhi cara seseorang memandang dirinya, pekerjaannya, serta lingkungan sosial di sekitarnya.

Ketika seseorang mendapatkan apresiasi atas usaha yang telah dilakukannya, muncul perasaan bahwa perjuangannya dilihat, dihargai, dan tidak dilakukan sendirian. 

Dalam konteks psikologi, pengalaman positif seperti ini dapat berkaitan dengan sistem penghargaan di otak yang berperan dalam munculnya rasa senang, motivasi, dan dorongan untuk kembali melakukan hal-hal positif.

Apresiasi dapat diibaratkan sebagai “obat psikologis” yang membantu seseorang memulihkan semangat ketika mengalami kelelahan, keraguan, atau kehilangan motivasi. 

Apresiasi yang tulus mampu menjadi energi positif yang mendorong seseorang untuk terus melangkah.

Seseorang yang sebelumnya telah bekerja keras dan bersungguh-sungguh, ketika mendapatkan apresiasi yang tepat, dapat merasakan tambahan energi untuk mempertahankan perjuangannya. 

Bahkan, seseorang yang sebelumnya merasa tidak bersemangat dapat kembali menemukan motivasi setelah mendengar kalimat sederhana seperti, “Terima kasih, kerja kerasmu sangat berarti.”

Apresiasi ibarat “bahan bakar” bagi pikiran dan hati. 

Ketika seseorang diapresiasi, yang terjadi di dalam dirinya bukan sekadar rasa senang. Ada sejumlah dampak psikologis yang dapat muncul secara berlapis.

1. Pada Level Otak: S istem Penghargaan dan Motivasi

Ketika seseorang merasa dihargai, sistem penghargaan di otak dapat teraktivasi dan berkaitan dengan pelepasan neurotransmiter seperti dopamin.

Dampaknya antara lain:

Suasana hati menjadi lebih positif dan muncul perasaan lega. Motivasi meningkat untuk mengulangi perilaku atau usaha yang baik.

Pengalaman positif tersebut dapat menjadi kenangan yang bermakna.M uncul kesadaran bahwa usaha yang dilakukan ternyata diperhatikan oleh orang lain.

Perasaan “Ternyata kerja kerasku dilihat” merupakan pengalaman sederhana, tetapi memiliki makna yang besar bagi seseorang yang sedang berjuang.

2. Pada Level Emosi: Merasa Dilihat dan Divalidasi

Apresiasi membuat seseorang merasa keberadaannya diperhatikan dan usahanya memiliki arti. Harga diri dapat meningkat karena apresiasi menyampaikan pesan sederhana:

Kamu berarti. Usahamu tidak sia-sia.”

Dari sini dapat muncul rasa aman secara psikologis. Seseorang menjadi lebih berani mencoba, mengambil keputusan, dan menghadapi tantangan karena mengetahui bahwa dirinya berada dalam lingkungan yang menghargai proses, bukan hanya hasil.

Apresiasi juga dapat membantu mengurangi kecemasan dan self-doubt. Banyak orang yang diam-diam meragukan kemampuan dirinya sendiri.

 Sebuah apresiasi yang tulus terkadang mampu menjadi pengingat bahwa dirinya sebenarnya telah melakukan sesuatu yang bernilai.

3. Pada Level Hubungan: Ikatan Semakin Kuat

Apresiasi tidak hanya berdampak kepada individu, tetapi juga dapat memperkuat hubungan sosial.

Ketika seseorang merasa dihargai, kepercayaan dan rasa memiliki dapat tumbuh, baik dalam hubungan pertemanan, keluarga, pasangan, lingkungan kerja, maupun dalam sebuah tim.

Orang yang mendapatkan apresiasi secara tulus juga cenderung lebih mudah memberikan apresiasi kepada orang lain. 

Dengan demikian, terbentuk sebuah siklus positif dalam hubungan sosial.

Muncul pula rasa memiliki: “Saya bagian dari keluarga ini.” “Saya bagian dari tim ini.” “Perjuangan saya bersama mereka memiliki arti.”

Perasaan tersebut penting karena manusia pada dasarnya membutuhkan hubungan sosial yang sehat dan bermakna.

4. Pada Level Perilaku: Dampak Jangka Panjang.

Apresiasi yang diberikan secara tepat dapat memberikan pengaruh terhadap perilaku seseorang dalam jangka panjang.

Pertama, motivasi intrinsik dapat berkembang. Seseorang bekerja atau berbuat baik bukan hanya karena mendapatkan imbalan materi, tetapi juga karena merasa bangga terhadap apa yang dilakukannya.

Kedua, resiliensi dapat meningkat. Ketika seseorang terbiasa mendapatkan penghargaan terhadap usaha dan prosesnya, ia dapat menjadi lebih kuat ketika menghadapi kritik, kegagalan, maupun tantangan berikutnya.

Ketiga, kreativitas dapat berkembang. 

Lingkungan yang memberikan apresiasi secara sehat membuat seseorang tidak terlalu takut melakukan kesalahan. 

Dari sinilah keberanian untuk mencoba hal-hal baru dapat muncul.


Keempat, perilaku prososial dapat tumbuh. Seseorang yang merasa dihargai cenderung lebih terdorong untuk membantu, bekerja sama, dan memberikan dukungan kepada orang lain.

Apresiasi Harus Tulus, Spesifik, dan Tepat Waktu

Dalam praktiknya, apresiasi tidak seharusnya diberikan secara asal-asalan. Apresiasi akan lebih bermakna apabila disampaikan dengan tulus, spesifik, dan tepat waktu.

Daripada hanya mengatakan, “Kamu hebat,” akan lebih bermakna apabila seseorang mengatakan, “Saya menghargai kerja kerasmu menyelesaikan tugas ini meskipun menghadapi banyak kendala.”

Apresiasi yang terlalu umum, terkesan dipaksakan, atau diberikan hanya untuk memanipulasi seseorang justru dapat menghasilkan dampak yang berbeda. 

Orang tersebut bisa merasa tidak tulus dihargai, curiga, bahkan merasa bahwa apresiasi tersebut memiliki kepentingan tertentu.

Karena itu, apresiasi bukan tentang seberapa mahal hadiah yang diberikan atau seberapa panjang pujian yang disampaikan.

Sering kali, kalimat sederhana yang benar-benar tulus justru memiliki kekuatan yang besar.

Apresiasi Membuat Seseorang Merasa Tidak Sendirian, Pada akhirnya, apresiasi bukan hanya tentang membuat seseorang merasa senang.

Apresiasi adalah bentuk pengakuan bahwa perjuangan, usaha, waktu, dan keberadaan seseorang memiliki arti.

Bagi seseorang yang sedang berjuang, satu kalimat sederhana seperti “Saya melihat usahamu” dapat memberikan kekuatan yang mungkin tidak kita sadari.

Karena itu, dalam interaksi sosial, sudah sepatutnya manusia belajar untuk saling menghargai dan mengapresiasi. Jangan menunggu seseorang berhasil untuk memberikan penghargaan. Hargailah prosesnya, perjuangannya, dan keberaniannya untuk terus mencoba.

Sebab, terkadang seseorang tidak membutuhkan nasihat panjang. Ia hanya membutuhkan seseorang yang berkata:

“Kamu tidak sendirian. Saya melihat perjuanganmu, saya menghargai usahamu, dan teruslah melangkah.”( redaksi)



Posting Komentar

0 Komentar