![]() |
| Warga Dorotangga Blokir Jalan, Tuntut Terduga Pelaku Pemanahan Segera Ditangkap |
Media Transrevolusi Group Com NTB — Dompu. Aksi protes kembali terjadi di Kabupaten Dompu, Selasa malam, 25 Agustus 2026.
Sejumlah anak muda dan masyarakat Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, memblokir ruas Jalan A. Yani lintas Dompu–Bima dengan membakar ban bekas di tengah badan jalan.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan sekaligus desakan kepada aparat kepolisian agar segera mengamankan pihak yang diduga terlibat dalam kasus pemanahan terhadap seorang pelajar warga Dorotangga.
Aksi serupa disebut bukan kali pertama dilakukan.
Sebelumnya, kelompok pemuda dan masyarakat tersebut juga telah dua kali melakukan aksi pembakaran ban di sekitar perempatan Kantor DPRD Dompu.
Tuntutan massa tetap sama, yakni meminta aparat kepolisian memberikan kepastian hukum terhadap perkara pemanahan yang dinilai telah menimbulkan keresahan dan rasa tidak aman di tengah masyarakat.
Asap ban yang mengepul di tengah jalan menjadi simbol kekecewaan warga karena perkara tersebut dinilai belum menunjukkan penyelesaian yang diharapkan.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa karena pihak yang diduga sebagai pelaku belum juga diamankan.
“Warga sudah resah. Kami berharap polisi segera menangkap terduga pelaku,” ujarnya.
Warga lainnya meminta kepolisian menyampaikan perkembangan penanganan perkara secara terbuka sehingga masyarakat mengetahui sejauh mana proses penyelidikan telah dilakukan.
“Kalau sudah ada hasil pemeriksaan, sampaikan kepada warga. Kami ingin tahu perkembangan kasusnya,” katanya.
Lurah Dorotangga, Khaerul Ansyah, membenarkan adanya aksi tersebut.
Ia menyebut tuntutan warga berkaitan dengan desakan agar pihak yang diduga melakukan pemanahan segera diamankan sesuai dengan proses hukum yang berlaku.
Di sisi lain, aksi blokir jalan dan pembakaran ban berdampak langsung terhadap pengguna jalan.
Namun, aksi yang kembali berulang juga menjadi sinyal bahwa keresahan masyarakat terhadap perkara tersebut belum menemukan titik penyelesaian.
Masyarakat berharap aparat kepolisian tidak hanya meredam aksi massa, tetapi juga memberikan penjelasan yang terukur mengenai perkembangan penyelidikan.
Transparansi informasi dinilai penting untuk mencegah munculnya spekulasi serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.
Polisi Sebut Identitas Terduga Pelaku Sudah Dikantongi
Dalam dialog bersama masyarakat, pihak kepolisian menyampaikan bahwa identitas pihak yang diduga sebagai pelaku telah dikantongi.
Aparat menjelaskan bahwa proses penyelidikan masih membutuhkan waktu dan tahapan yang harus dilakukan secara cermat sebelum tindakan hukum berikutnya diambil.
“Identitas pihak yang diduga sebagai pelaku sudah kami kantongi.
Tahapan penyelidikan masih membutuhkan waktu dan pihak kepolisian akan segera melakukan penangkapan sesuai proses hukum,” demikian keterangan aparat kepolisian saat dialog bersama masyarakat.
Pihak kepolisian juga berharap keluarga korban dan para tokoh masyarakat dapat mendatangi penyidik di polres Dompu untuk kembali menyampaikan atau melaporkan apabila terdapat delik tambahan yang dapat menjadi bahan dalam proses penanganan perkara.
Warga Diminta Buka Jalan
Dalam dialog tersebut, masyarakat diharapkan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Setelah adanya penjelasan dari aparat, warga diharapkan membuka kembali akses jalan agar aktivitas masyarakat dan pengguna jalan dapat berjalan normal.
Bagi warga Dorotangga, persoalan ini bukan semata-mata soal penangkapan.
Mereka juga menunggu adanya jaminan keamanan bagi para pelajar dan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Aksi tersebut menjadi alarm penting bahwa komunikasi antara aparat penegak hukum dan masyarakat perlu terus diperkuat.
Jika proses hukum masih berlangsung, penjelasan resmi dan proporsional dari kepolisian diharapkan dapat meredam keresahan.
Sebaliknya, apabila penyidik telah memperoleh bukti yang cukup, masyarakat berharap tindakan hukum dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan tanpa tebang pilih.(BYOS)

0 Komentar