![]() |
| Mulai dari yang Ada, Dinas Pariwisata Dompu Siapkan Museum Sementara untuk Merawat Sejarah dan Budaya Daerah |
Media Transrevolusi Group Com NTB. — Upaya Pemerintah Kabupaten Dompu melalui Dinas Pariwisata untuk menghadirkan ruang edukasi sejarah dan budaya daerah mulai diwujudkan.
Tidak harus menunggu pembangunan gedung baru yang megah, langkah awal justru dimulai dengan memanfaatkan aset yang telah tersedia.
Langkah tersebut menjadi salah satu ikhtiar Plt. Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Kabupaten Dompu, Dedi Arsyik, S.Sos., Plt., bersama jajaran Dinas Pariwisata, pegiat sejarah dan budaya serta sejumlah inisiator yang memiliki perhatian terhadap pelestarian sejarah daerah.
Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah kegiatan pembersihan gedung eks Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Dompu yang direncanakan untuk dimanfaatkan sebagai Museum Sementara Dompu.
Meski sederhana, langkah tersebut memiliki makna strategis. Sebab, museum bukan sekadar persoalan bangunan, melainkan bagaimana sejarah, budaya, dokumentasi dan identitas daerah dapat dihimpun, dirawat, dikaji serta diperkenalkan kepada masyarakat.
Dedi Arsyik: Tidak Harus Menunggu Gedung Megah
Ditemui Media Transrevolusi Group Com NTB, Dedi Arsyik, S.Sos., menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas tidak semestinya menjadi alasan untuk menunda upaya merawat sejarah dan budaya Dompu.
Menurutnya, pemanfaatan bangunan yang sudah tersedia merupakan langkah realistis untuk memulai proses panjang menuju hadirnya museum yang lebih representatif.
“Yang terpenting adalah memulai. Museum tidak harus selalu diawali dengan pembangunan gedung baru yang megah.
Kita bisa mulai dari apa yang ada, sepanjang tempat tersebut memenuhi aspek keamanan, kelayakan dan dapat mendukung fungsi edukasi kepada masyarakat.”
Pandangan tersebut menunjukkan adanya pendekatan yang sederhana namun progresif: memulai dari sumber daya yang tersedia sambil terus membangun konsep dan kualitas museum secara bertahap.
Bagi Dedi, museum sementara bukan sekadar tempat sementara secara fisik, tetapi dapat menjadi titik awal untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya sejarah dan budaya Dompu.
Museum Bukan Sekadar Tempat Menyimpan Benda Kuno, Pemahaman masyarakat mengenai museum juga perlu terus diperluas.
Museum tidak hanya identik dengan benda kuno yang dipajang di balik etalase.
Lebih dari itu, museum merupakan ruang pengetahuan yang dapat menghadirkan berbagai informasi mengenai perjalanan sebuah daerah.
Di dalamnya dapat disajikan naskah sejarah, foto dokumentasi, peta, arsip, hasil penelitian, publikasi ilmiah, biografi tokoh, reproduksi dokumen, sejarah lisan hingga berbagai hasil kajian yang memiliki nilai sejarah dan budaya.
Sementara koleksi benda bersejarah dapat terus dihimpun melalui pendataan, penelitian, hibah masyarakat, kerja sama kelembagaan maupun sumber lain yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dengan konsep tersebut, pengunjung tidak sekadar melihat benda, tetapi juga dapat memahami cerita, konteks, perjalanan, identitas serta nilai-nilai yang membentuk sejarah Dompu.
Belajar dari Museum dan Sejarah Indonesia Konsep penyajian museum yang menggabungkan koleksi dengan dokumentasi dan narasi sejarah bukanlah sesuatu yang baru.
Sejumlah museum nasional, seperti Museum Sumpah Pemuda, Museum Konferensi Asia-Afrika dan Museum Kebangkitan Nasional, menunjukkan bahwa kekuatan museum tidak hanya terletak pada jumlah benda asli yang dimiliki.
Dokumentasi, foto, reproduksi arsip, biografi tokoh, informasi sejarah serta narasi yang kuat dapat menjadi bagian penting dalam membantu pengunjung memahami suatu peristiwa dan perjalanan sejarah.
Konsep tersebut dapat menjadi inspirasi dalam proses penataan Museum Sementara Dompu dengan tetap menyesuaikan karakter sejarah, budaya serta kebutuhan masyarakat Dompu.
Langkah Kecil Menuju Museum Dompu yang Representatif
Dedi Arsyik menyadari bahwa ikhtiar menghadirkan Museum Sementara Dompu masih berada pada tahap awal dan tentu masih membutuhkan banyak penyempurnaan.
Namun, menurutnya, setiap perjalanan besar selalu dimulai dari langkah pertama.
“Memulai jauh lebih baik daripada terus menunggu.”
Museum Sementara Dompu diharapkan menjadi ruang awal untuk menghimpun berbagai informasi, dokumentasi, arsip, sejarah lisan serta sumber pengetahuan yang berkaitan dengan perjalanan panjang Dompu.
Ke depan, keberadaannya diharapkan dapat berkembang menjadi ruang edukasi yang menarik bagi pelajar, mahasiswa, peneliti, masyarakat umum, wisatawan maupun generasi muda.
Tidak hanya sebagai pusat informasi sejarah dan budaya, museum juga memiliki potensi mendukung pengembangan pariwisata berbasis sejarah dan budaya, sekaligus memperkuat identitas daerah.
Mengajak Masyarakat Bersama-sama Merawat Sejarah Dompu Mewujudkan museum bukan pekerjaan satu pihak.
Dukungan masyarakat sangat diperlukan.
Masyarakat yang memiliki dokumentasi, arsip keluarga, foto lama, cerita sejarah, informasi mengenai tokoh maupun berbagai peninggalan yang memiliki nilai sejarah dan budaya diharapkan dapat ikut berkontribusi.
Dengan keterlibatan masyarakat, berbagai jejak perjalanan Dompu yang selama ini tersimpan secara pribadi diharapkan dapat dihimpun dan dikembangkan menjadi bagian dari memori kolektif daerah, tentunya melalui proses pendataan dan pengelolaan yang sesuai.
Kritik dan saran pun tetap dibutuhkan sebagai bagian dari proses penyempurnaan. Namun, perbedaan pandangan hendaknya disampaikan secara santun, konstruktif dan berorientasi pada solusi.
Sebab, membangun museum bukan hanya membangun sebuah ruangan.
Yang sedang dibangun adalah ruang ingatan bersama masyarakat Dompu.
Sejarah Adalah Identitas yang Harus Diwariskan Sejarah bukan sekadar cerita tentang masa lalu.
Sejarah adalah identitas yang menjelaskan siapa kita, dari mana kita berasal dan nilai-nilai apa yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Karena itu, langkah Dinas Pariwisata Kabupaten Dompu bersama pegiat sejarah, budaya dan para inisiator dalam memulai Museum Sementara Dompu patut dipandang sebagai bagian dari proses panjang merawat identitas daerah.
Dari gedung yang dibersihkan, dokumen yang dihimpun, cerita para tokoh dan masyarakat, hingga berbagai peninggalan sejarah yang berhasil diselamatkan, diharapkan perlahan terbentuk sebuah narasi besar tentang Dompu dan perjalanan sejarahnya.
Langkah tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pelestarian sejarah dan budaya tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar.
Yang paling penting adalah keberanian untuk memulai, konsistensi untuk merawat dan komitmen untuk mengembangkannya.
Melalui peran Dedi Arsyik, S.Sos., Plt. Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Kabupaten Dompu, bersama berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap sejarah dan budaya, Museum Sementara Dompu diharapkan dapat menjadi embrio bagi lahirnya museum daerah yang lebih representatif di masa mendatang.
“Semoga langkah kecil ini menjadi awal dari sebuah perjalanan besar menuju hadirnya Museum Dompu yang representatif, edukatif dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Dompu menuju Dompu maju,” pungkas Dedi Arsyik, S.Sos., Plt. Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Kabupaten Dompu.(Byos)


0 Komentar