Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Panitia Perkemahan di Manggelewa Disorot, Orang Tua Siswa Kecewa Dugaan Kekerasan Fisik

Panitia Perkemahan di Manggelewa Disorot, Orang Tua Siswa Kecewa Dugaan Kekerasan Fisik


Media TransRevolusi Group Com NTB. — Pelaksanaan kegiatan perkemahan Pramuka di Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, mendapat sorotan dari sejumlah orang tua siswa. 

Mereka menyampaikan kekecewaan dan keberatan atas dugaan tindakan kekerasan fisik yang diduga dilakukan oleh salah seorang panitia terhadap peserta.

Dugaan tersebut mencuat setelah peserta diduga mendapat tindakan fisik dalam rangkaian kegiatan perkemahan.

Kondisi ini membuat sejumlah orang tua mempertanyakan pola pembinaan, kedisiplinan, serta pengawasan terhadap peserta selama kegiatan berlangsung.

Menurut informasi yang dihimpun, salah seorang guru berinisial MS, yang mengajar di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Manggelewa, diduga terlibat dalam tindakan tersebut. 

Namun, informasi ini masih berupa dugaan dan memerlukan klarifikasi serta pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait.

Selain persoalan tersebut, proses pembongkaran tenda peserta disebut dilakukan sebelum seluruh rangkaian kegiatan perkemahan berakhir. Hal itu diduga berkaitan dengan munculnya persoalan dalam kegiatan tersebut dan kecewa atas sikap panitia tersebut.

Orang tua siswa yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengungkapkan bahwa dugaan tindakan kekerasan terhadap peserta Pramuka bukan kali pertama terjadi.

Menurut keterangannya, pada kegiatan tahun sebelumnya juga pernah terjadi dugaan kekerasan terhadap peserta. 

Bahkan, salah seorang peserta disebut mengalami cedera serius pada bagian telinga akibat dugaan pemukulan. 

Keterangan tersebut masih perlu diverifikasi dan dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait.

“Kalau benar ada tindakan kekerasan terhadap peserta, tentu sangat disayangkan. 

Kegiatan Pramuka seharusnya menjadi ruang pendidikan karakter, kedisiplinan, kebersamaan, dan keteladanan, bukan tempat terjadinya kekerasan,” ujar sumber tersebut.

Para orang tua berharap pihak penyelenggara, pembina Pramuka, sekolah, serta instansi terkait segera melakukan evaluasi dan klarifikasi secara menyeluruh.

Mereka menilai setiap tindakan pembinaan terhadap anak harus mengedepankan pendekatan edukatif, disiplin yang proporsional, serta tetap menjamin keselamatan dan perlindungan peserta.

“Kedisiplinan boleh ditegakkan, tetapi jangan sampai dilakukan dengan cara kekerasan fisik. Anak-anak harus dibina, bukan dipukul,” tegasnya.

Orang tua juga meminta agar ke depan setiap kegiatan yang melibatkan pelajar memiliki sistem pengawasan yang lebih ketat, termasuk mekanisme pengaduan dan perlindungan peserta selama kegiatan berlangsung.

Sementara itu, pihak panitia atau pihak yang disebut dalam dugaan tersebut belum berhasil ditemui media ini untuk dimintai klarifikasi.

Media TransRevolusi Group Com NTB masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari panitia maupun pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang, berita ini terus mengawal dan mengklarifikasi terhadap panitia di duga pelaku.(BYOS)

Posting Komentar

0 Komentar