Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Beredar Oknum Timses Bupati Dompu Diduga Terlibat Transaksi Jabatan Kepsek, Sejumlah Guru Angkat Bicara

Beredar Oknum Timses Bupati Dompu Diduga Terlibat Transaksi Jabatan Kepsek, Sejumlah Guru Angkat Bicara


Media Transrevolusi group Com NTB.— Dugaan praktik jual beli jabatan Kepala Sekolah (Kepsek) di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencuat ke publik. Seorang oknum tim sukses (timses) Bupati Dompu berinisial JM disebut-sebut diduga meminta sejumlah uang kepada sejumlah guru dengan iming-iming jabatan Kepala Sekolah.

Dugaan tersebut mencuat setelah dua orang guru memberikan pengakuan dalam sebuah video yang diunggah melalui akun Facebook Reza Dompu, Kamis (10/9/2026). Video tersebut kemudian beredar luas dan menjadi perhatian warganet.

Dalam video itu, dua orang guru yang identitasnya belum diketahui secara terbuka menceritakan dugaan adanya permintaan uang kepada sejumlah guru yang berkaitan dengan proses pengangkatan atau pelantikan Kepala Sekolah di Kabupaten Dompu.

Salah satu nama yang disebut dalam pengakuan tersebut adalah SFR, guru yang mengabdi disalah satu SDN. 

Menurut keterangan dalam video, SFR diduga dimintai uang oleh JM menjelang pelantikan Kepala Sekolah yang berlangsung beberapa pekan sebelumnya.

Nominal uang yang disebut dalam pengakuan tersebut bervariasi, mulai dari Rp25 juta, Rp45 juta, Rp50 juta hingga Rp60 juta.

Dalam video itu juga disebutkan bahwa nominal Rp25 juta diduga diperuntukkan bagi sekolah dengan jumlah siswa relatif sedikit, sementara untuk sekolah yang memiliki jumlah siswa lebih banyak, nominal yang disebutkan mencapai Rp45 juta hingga Rp60 juta.

Selain SFR, dua nama guru lainnya, yakni AZS dan LKMN, juga disebut dalam pengakuan tersebut. Salah satu narasumber mengklaim bahwa JM pernah meminta uang muka kepada LKMN saat berada di Dinas Dikpora Kabupaten Dompu.

Namun, menurut pengakuan narasumber, LKMN disebut menolak memberikan uang tersebut dan kemudian tidak lagi menjabat sebagai Kepala Sekolah.

“Semua Kepsek yang dilantik kemarin diduga telah memberikan uang sehingga mereka bisa dilantik sebagai Kepsek. 

Jika mereka tidak mengakuinya, maka saya akan suruh mereka sumpah,” demikian pernyataan salah satu narasumber dalam video tersebut.

Narasumber lainnya juga mengaku pernah berkomunikasi dengan Safarudin terkait undangan pelantikan Kepala Sekolah.

“Saya dikontak oleh Pak SFR dan saya mempertanyakan soal undangan pelantikan Kepsek. Pak SFR mengaku ada dan diberikan secara mendadak. Bahkan, pengakuan Pak SFR, ia dimintai uang Rp45 juta oleh JM,” ungkapnya.

Reza Dompu: Akan Ungkap Satu Persatu

Sementara itu, Reza Dompu, yang dikonfirmasi sejumlah media di Taman Kota Dompu, Kamis (10/9/2026), membenarkan bahwa dirinya didatangi sejumlah guru yang mengadukan persoalan tersebut.

Menurut Reza, apa yang disampaikan dalam video bukanlah tuduhan yang berasal dari dirinya, melainkan merupakan pengakuan dari sejumlah guru yang datang kepadanya.

“Kan jelas dalam video, itu bukan pengakuan saya, tapi pengakuan langsung sejumlah guru yang mendatangi saya. Yang jelas saya akan ungkap satu per satu,” kata Reza.

Reza menyatakan akan terus menelusuri informasi tersebut dan mengungkap pihak-pihak yang dianggap memiliki keterkaitan dengan dugaan tersebut.

JM Bantah Keras Saat dikonfirmasi sejumlah media melalui sambungan WhatsApp, Kamis (10/9/2026), membantah keras tudingan bahwa dirinya meminta uang kepada sejumlah guru untuk mendapatkan jabatan Kepala Sekolah.

JM menyebut tudingan tersebut sebagai fitnah. 

Ia juga mengaku mengenali suara salah seorang perempuan yang menjadi narasumber dalam video tersebut.

“Suaranya saya kenal. Bahkan saya sudah menyuruh keponakan untuk menelusuri apakah ini benar Ibu RD atau bukan. 

Saya juga sudah WA Ibu RD untuk menanyakan apakah ini benar suaranya atau tidak,” ujar JM.

Menurut JM, apabila benar suara tersebut merupakan suara RD, maka yang bersangkutan harus dapat mempertanggungjawabkan pernyataannya.

JM juga mempersilakan apabila terdapat bukti yang menunjukkan dirinya menerima uang sebagaimana tuduhan yang beredar.


“Kalau benar, maka dia harus bisa mempertanggungjawabkan ucapannya. Dan jika ada bukti bahwa saya mengambil uang mereka, maka bisa diuji,” tegasnya.

Tak hanya membantah, JM juga menyatakan akan menempuh jalur hukum. 

Ia mengaku berencana melaporkan akun Facebook Reza Dompu kepada aparat penegak hukum (APH) setelah dirinya kembali dari luar daerah.

Perlu Pembuktian dan Klarifikasi

Hingga berita ini diturunkan, dugaan transaksi jual beli jabatan Kepala Sekolah tersebut masih berupa klaim dan pengakuan yang beredar dalam video, sementara JM telah memberikan bantahan tegas.

Belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Dikpora Kabupaten Dompu maupun aparat penegak hukum terkait dugaan tersebut Media Transrevolusi group Com terus berupaya mendatangi Kantor Dikpora Dompu. (Byos)


Posting Komentar

0 Komentar