![]() |
| DAMPAK PSIKOLOGIS MENCERITAKAN KEBAIKAN DOMPU KE PUBLIK |
Oleh: Firmansyah, S.Psi., M.MKes. Pengamat Sosial dan Tumbuh Kembang Anak Remaja
Media Transrevolusi Group Com NTB. - Banyak hal yang tidak disadari ketika setiap hari kita bercerita banyak tentang kebaikan Dompu baik sebagai tempat tinggal ataupun sebagai daerah yang menjadi kebanggaan bersama.
Menceritakan kebaikan daerah itu bukan kerja sosial. Ini kerja memperbaiki otak kita sendiri.
Kenapa?
1. OTAK KITA PERCAYA APA YANG MULUT KITA UCAPKAN (Self-Talk Effect).
Dalam psikologi ada hukum: You become what you repeatedly say.
Kalau tiap hari kita bilang "Dompu susah, Dompu kering, Dompu tidak ada harapan" - otak kita akan cari bukti bahwa itu benar.
Dengan cerita itu pun akhirnya kita malas berusaha, karena otaknya sudah putuskan: "Percuma, memang susah."
Tapi kalau kita paksa mulut ini untuk bilang: "Dompu itu kaya, sapinya banyak, Tamboranya mendunia, orangnya jujur (Nggahi Rawi Pahu)", otak kita yang tadinya mager akan mulai cari bukti kebaikan itu. Kita akan jadi lebih kreatif, lebih lihat peluang.
Bukan sulap. Ini cara kerja, Reticular Activating System di otak. Apa yang sering kita sebut, itu yang akan otak sorot.
Menceritakan kebaikan Dompu itu sebenarnya sedang terapi diri sendiri agar tidak jadi pribadi yang mengeluh terus.
2. HARGA DIRI NAIK , TIDAK JADI MANUSIA MINDERAN.
Banyak anak muda Dompu yang merantau, kalau ditanya asalnya, jawabnya pelan: "Dompu... di NTB..." Takut ditanya lagi.
Itu gejala Place Inferiority, merasa rendah karena tempat asal.
Dampaknya panjang: Tidak percaya diri cari kerja, tidak berani nego gaji, tidak berani bersaing dengan anak daerah lain.
Tapi ketika kita terbiasa cerita kebaikan Dompu: "Saya dari Dompu, daerahnya Gunung Tambora yang letusannya dulu mengubah dunia" - dada otomatis tegak.
Saat bercerita kebaikan Dompu kita tidak lagi membawa nama desa kecil, kita sedang membawa nama gunung yang mendunia.
Cerita kebaikan itu membuat harga diri kita ikut naik, bukan karena berbohong, tapi karena karena kesadaean bahwa kita punya warisan besar.
3. MENGHENTIKAN SIKLUS "LEARNED HELPLESSNESS" DI DOMPU.
Ini penyakit paling berbahaya di daerah tertinggal.
Learned Helplessness, sudah terlalu sering dengar cerita buruk, akhirnya membuat kita pasrah: "lalu merawat pandangan yang negatif ya memang nasib Dompu begini."
Contohnya: "Ah jalan rusak biarin aja, memang sudah dari dulu rusak."
"Ah pemuda nganggur biarin aja, memang susah cari kerja di Dompu."
Ketika satu orang mulai cerita kebaikan: "Jalan ini kemarin saya dan warga tambal sendiri, sekarang bisa dilewati", atau "Saya ternak 2 sapi, sekarang bisa sekolahkan anak", itu memutus rantai pasrah.
Satu cerita baik memberi izin kepada 10 orang lain untuk percaya bahwa perubahan mungkin. Ini yang disebut Collective Efficacy, kepercayaan kolektif bahwa kita bisa.
Banyak daerah yang sebelumnya merasa minder karena banyak mendengar cerita buruk tentang daerahnya yang kemudian bangkit percaya diri yang tinggi.
Kepercayaan diri yang tinggi itu muncul karena masyarakatnya sudah mulai berani menceritakan banyak kebaikan daerahnya yang membuat mereka bangga.
4. DOPAMIN KAMPUNG - BAHAGIA YANG MENULAR.
Cerita negatif itu memproduksi kortisol, hormon stres. Makin sering cerita buruk, makin stres, makin saling curiga.
Cerita baik memproduksi dopamin dan oksitosin, hormon bangga dan kebersamaan.
Ketika kita posting foto panen jagung Dompu dan 100 orang like dan komen "Mantap, Dompu memang luar biasa", kita dapat dopamin.
Yang komen juga dapat dopamin. Tanpa sadar, satu kampung jadi lebih bahagia dan lebih kompak.
Daerah Maju itu bukan daerah yang tidak ada masalah. Daerah Maju itu daerah yang hormon bahagianya lebih banyak dari hormon stresnya.
Kesimpulan Psikologisnya:
Menceritakan kebaikan Dompu itu bukan membual. Itu sedang melakukan 3 hal sekaligus:
01. Menyembuhkan otak kita dari kebiasaan mengeluh.
02. Menaikkan harga diri kita sebagai orang Dompu.
03. Memberi harapan kepada daerah tetangga bahwa Dompu bisa.
Jadi, setiap kali kita cerita kebaikan Dompu, kita sebenarnya sedang jadi terapis gratis untuk satu kabupaten.
Hari ini otak kita mau dikasih makan cerita yang mana? Cerita yang bikin minder, atau cerita yang bikin bangga jadi orang Dompu?
Kalau kita mau, mulai hari ini kita latih 7 hari: Tiap hari kita kirim 1 cerita kebaikan Dompu yang kita lihat setiap hari ke teman-teman diluar daerah.
Dengan banyak cerita kebaikan tentang Dompu, lama-lama otak kita akan otomatis cari kebaikan, bukan keburukan.(Redaksi)

0 Komentar