Hot Posts

6/recent/ticker-posts

KAWAL REVITALISASI 57 LEMBAGA PAUD DAN TK, KETUA HIMPAUDI DOMPU ABDUL GANI TEGASKAN TAK ADA PEMOTONGAN FEE

KAWAL REVITALISASI 57 LEMBAGA PAUD DAN TK, KETUA HIMPAUDI DOMPU ABDUL GANI TEGASKAN TAK ADA PEMOTONGAN FEE



Media Transrevolusi group Com NTB
.— Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Dompu, Abdul Gani, yang akrab disapa Om Gen, mengambil langkah tegas dengan melakukan sosialisasi dan klarifikasi terkait pelaksanaan program revitalisasi 57 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) tahun 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program revitalisasi berjalan sesuai ketentuan, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Penegasan itu disampaikan Om Gen saat ditemui di sekolah tempatnya mengajar, Rabu (14/10/2026).

Dalam keterangannya, Om Gen menegaskan bahwa dirinya sebagai Ketua Himpaudi Kabupaten Dompu memiliki tanggung jawab untuk mengawal dan memantau pelaksanaan kegiatan revitalisasi tersebut sesuai dengan amanah yang diberikan.

Ia juga menyampaikan bahwa sosialisasi dan klarifikasi kepada seluruh pengelola PAUD dan TK menjadi langkah penting untuk meluruskan informasi yang beredar di media sosial, khususnya terkait dugaan adanya pemotongan fee dalam pelaksanaan pekerjaan revitalisasi.


"Sebagai Ketua Himpaudi, saya menegaskan bahwa kami bertugas mengawal dan memantau pelaksanaan kegiatan ini. Amanah yang diberikan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, bukan untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok," tegas Om Gen.

Luruskan Informasi, Tegaskan Tidak Ada Pemotongan Fee

Om Gen secara tegas membantah adanya pemotongan fee sebagaimana informasi yang beredar di media sosial. 

Ia menilai bahwa informasi tersebut perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan pengelola lembaga PAUD dan TK maupun masyarakat luas.

Menurutnya, tugas pengawalan yang dijalankan bukan berarti memberikan kewenangan kepada pihak tertentu untuk bertindak semena-mena atau melakukan sesuatu di luar ketentuan.

"Tugas mulia yang telah diberikan oleh Dinas Dikpora Kabupaten Dompu bukan berarti kami bisa semena-mena melakukan sesuatu sesuka hati. 

Terkait desas-desus adanya pemotongan fee, kami tegaskan bahwa kami tidak pernah melakukan hal tersebut. Dinas Dikpora juga tidak diberikan fee sebagaimana informasi yang beredar," jelasnya.

Ia menekankan bahwa pelaksanaan program revitalisasi harus berorientasi pada kepentingan pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pembelajaran bagi anak usia dini di Kabupaten Dompu.

Sosialisasi kepada Pengelola PAUD dan TK

Sebagai langkah konkret, Om Gen menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi sekaligus klarifikasi di hadapan para pengelola lembaga penerima program revitalisasi PAUD dan TK.

Melalui pertemuan tersebut, ia ingin memastikan seluruh pengelola memahami mekanisme pelaksanaan kegiatan serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya.

"Dihadapan seluruh pengelola PAUD dan TK penerima program revitalisasi, kami telah melakukan klarifikasi dan sosialisasi. 

Kami ingin semuanya memahami persoalan ini dengan jelas. Terkait informasi adanya pemotongan fee, kami tegaskan bahwa hal tersebut tidak benar sebagaimana yang dituduhkan kepada kami," ujarnya dengan tegas.

Ia juga mengingatkan bahwa seluruh pihak yang terlibat harus menjaga komunikasi, mengedepankan keterbukaan, dan bersama-sama mengawal program agar pelaksanaannya tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Komitmen Kawal Program Revitalisasi 2026

Program revitalisasi terhadap 57 lembaga PAUD dan TK di Kabupaten Dompu pada tahun 2026 diharapkan menjadi langkah penting dalam mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan anak usia dini.

Karena itu, pengawasan dan keterbukaan dalam pelaksanaannya menjadi hal yang sangat penting. 

Seluruh pihak diharapkan menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing serta memastikan setiap tahapan kegiatan berlangsung secara bertanggung jawab.

Om Gen menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan program tersebut sekaligus menjaga kepercayaan para pengelola lembaga PAUD dan TK.

Baginya, keberhasilan program revitalisasi bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan fisik, melainkan juga memastikan hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi dunia pendidikan dan masa depan anak-anak di Kabupaten Dompu.

"Mari kita kawal bersama program revitalisasi ini.

 Jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya menimbulkan kegaduhan dan mengganggu tujuan utama kita, yaitu meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Dompu," pungkasnya. (BYOS)

Posting Komentar

0 Komentar