Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Bendungan dan Bronjong Sungai Rasabou Rusak, Dua Desa Akan Terancam Banjir dan 800 Hektare Sawah Terancam Kekeringan

Bendungan dan Bronjong Sungai Rasabou Rusak, Dua Desa Akan Terancam Banjir dan 800 Hektare Sawah Terancam Kekeringan



Media Transrevolusi group Com NTB.— Kondisi bendungan dan bronjong di aliran sungai Desa Rasabou, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, hingga kini masih menjadi perhatian serius dari masyarakat. 

Kerusakan infrastruktur tersebut dinilai berpotensi menimbulkan ancaman banjir bagi dua desa di wilayah Kecamatan Hu’u apabila tidak segera mendapat penanganan.

Selain ancaman banjir, kerusakan bendungan juga dikhawatirkan berdampak terhadap sektor pertanian. 

Sekitar 800 hektare lahan persawahan disebut berpotensi mengalami kekeringan apabila fungsi bendungan dan jaringan pengairan tidak segera diperbaiki.

Kepala Desa Rasabou, Supriadin, S.H., menyampaikan keprihatinannya di terhadap kondisi infrastruktur tersebut.

Menurutnya, kerusakan bendungan dan bronjong sudah cukup parah sehingga membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

“Sungguh miris jika anggaran ini tidak dievaluasi. Kondisi bendungan dan bronjong sudah parah kerusakannya. 

Kami sangat berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat melihat dan meninjau langsung kondisi Desa Rasabou, karena kalau tidak segera ditangani, masyarakat akan terancam banjir nantinya,” ujar Supriadin, S.H.,.

Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan hanya menyangkut infrastruktur, tetapi berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat dan keberlangsungan pertanian warga.

Jika kerusakan tidak segera ditangani pada tahun ini, kekhawatiran terhadap bencana banjir pada musim penghujan semakin besar. 

Di sisi lain, petani juga menghadapi risiko kekurangan pasokan air untuk mengairi lahan persawahan.

Pemerintah diharapkan segera melakukan evaluasi teknis, peninjauan lapangan, serta percepatan penanganan bendungan dan pembangunan bronjong di Sungai Rasabou.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kerusakan yang lebih parah sekaligus melindungi permukiman warga dan lahan pertanian.

Kepala Desa Rasabou berharap pemerintah tidak menunggu sampai bencana terjadi.

Menurutnya, penanganan sejak dini jauh lebih penting daripada melakukan perbaikan setelah banjir menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

“Kami berharap kondisi ini benar-benar menjadi perhatian pemerintah. Jangan sampai setelah terjadi banjir besar baru dilakukan penanganan. Kami ingin keselamatan masyarakat dan lahan pertanian warga menjadi prioritas,” pungkasnya.( NAS)

Posting Komentar

0 Komentar