Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Gerakan Literasi Daerah, Pj. Sekda Dompu Tekankan Pentingnya Literasi untuk Menjawab Tantangan Era Digital

Gerakan Literasi Daerah, Pj. Sekda Dompu Tekankan Pentingnya Literasi untuk Menjawab Tantangan Era Digital


Media Transrevolusi group Com NTB.— Pemerintah Kabupaten Dompu terus mendorong penguatan budaya literasi sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang cerdas, kritis, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Hal tersebut disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Kabupaten Dompu, H. Khairul Insan, S.E., M.M., saat mewakili Bupati Dompu dalam kegiatan Gerakan Literasi Daerah yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) Dompu bekerja sama dengan Bank NTB Syariah Cabang Dompu.

Kegiatan yang berlangsung khidmat di Aula Pendopo Bupati Dompu, Senin (31/08/2026) tersebut menjadi penutup rangkaian peringatan HUT Republik Indonesia ke-81.

 Kegiatan mengusung tema:

“Cerdas Guru, Cerdas Finansial, Literasi, Sejarah dan Budaya Menuju Dompu Maju.”

Acara tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari tokoh pendidikan, perbankan, jajaran instansi pemerintah, guru, hingga para siswa di Kabupaten Dompu.

Dalam arahannya, H. Khairul Insan menegaskan bahwa literasi memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca dan menulis.

“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan kemampuan memahami isi bacaan, membangun karakter, berpikir kritis, serta memilah dan memilih informasi yang benar untuk menghasilkan keputusan yang tepat,” tegasnya.

Menurutnya, kemampuan literasi menjadi semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi.

Kemajuan teknologi, kata dia, ibarat pisau bermata dua yang dapat memberikan manfaat besar, tetapi juga berpotensi menghadirkan dampak negatif apabila tidak digunakan secara bijak.

Karena itu, masyarakat, khususnya generasi muda, tidak cukup hanya memiliki kemampuan menggunakan perangkat dan teknologi digital. 

Mereka juga perlu memiliki kemampuan untuk memahami, memverifikasi, memilah, dan menyikapi informasi secara kritis.

“Teknologi harus dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif. Jangan sampai kita hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi tidak memiliki kemampuan untuk memilah informasi yang kita terima,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Tantangan Literasi Menjadi Momentum untuk Berbenah

Dalam kesempatan itu, turut disampaikan gambaran mengenai posisi Kabupaten Dompu dalam capaian literasi dan numerasi di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Berdasarkan data yang menjadi rujukan dalam kegiatan, Kabupaten Dompu berada pada urutan ke-9 dari 10 kabupaten/kota untuk literasi dan urutan ke-10 untuk numerasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian bersama. Namun, capaian tersebut tidak semestinya dipandang sebagai beban, melainkan sebagai momentum untuk melakukan evaluasi dan memperkuat langkah perbaikan secara bersama-sama.

“Jadikan ini bukan beban, melainkan motivasi dan pemicu semangat untuk berbenah bersama,” ujar H. Khairul Insan.

Ia juga menekankan pentingnya melihat data secara proporsional. Penilaian atau pemeringkatan tidak selalu menggambarkan seluruh kondisi secara utuh.

Karena itu, yang lebih penting adalah membangun kesadaran bersama serta menghadirkan upaya nyata dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat.

Guru sebagai Penggerak Literasi

Dalam konteks tersebut, guru memiliki posisi strategis sebagai salah satu penggerak utama budaya literasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Melalui guru yang terus meningkatkan kapasitas dan wawasannya, budaya membaca, berpikir kritis, kecakapan finansial, pemahaman sejarah dan budaya dapat ditanamkan kepada peserta didik secara lebih kuat.

Tema “Cerdas Guru, Cerdas Finansial, Literasi, Sejarah dan Budaya Menuju Dompu Maju” juga mencerminkan pentingnya membangun kecakapan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kecerdasan praktis dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi antara IGI Dompu, Bank NTB Syariah Cabang Dompu, pemerintah daerah, serta unsur pendidikan menjadi bagian penting dalam memperluas gerakan literasi di Kabupaten Dompu.

Gerakan literasi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang hadir dalam kehidupan sekolah, keluarga, lingkungan masyarakat, hingga ruang digital.

Dengan demikian, literasi dapat menjadi salah satu kekuatan dalam mempersiapkan generasi Dompu yang mampu berpikir kritis, memiliki kecakapan finansial, memahami sejarah dan budaya daerah, serta bijak dalam menghadapi perkembangan teknologi dan arus informasi.

Pada akhirnya, membangun Dompu yang maju bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur, tetapi juga tentang membangun manusia yang berpengetahuan, berkarakter, dan memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara tepat.

Gerakan Literasi Daerah menjadi salah satu ikhtiar bersama untuk mewujudkan hal tersebut: mencerdaskan guru, mencerdaskan generasi, dan memperkuat fondasi sumber daya manusia menuju Dompu yang semakin maju.( BYOS/Advetorial)


Posting Komentar

0 Komentar