![]() |
| Hortikultura Dompu Tetap Produktif di Tengah Ancaman El Nino, Bawang Merah dan Cabai Jadi Andalan |
Media TransRevolusi Group Com NTB. — Sektor hortikultura Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), tetap menunjukkan perkembangan positif di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dan ancaman El Nino.
Komoditas bawang merah dan cabai menjadi salah satu tanaman hortikultura yang terus mendapat perhatian pemerintah daerah.
Kabid Hortikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Supratmojo, S.Pt., menjelaskan bahwa kondisi produksi hortikultura tahun ini, khususnya bawang merah, menunjukkan hasil yang cukup baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, produksi bawang merah tahun ini relatif lebih tinggi, bahkan dari sisi kualitas juga dinilai mengalami peningkatan.
Kondisi tersebut terlihat dari kualitas kulit bawang yang dinilai lebih baik sehingga memiliki daya simpan dan tampilan yang lebih bagus.
“Produksinya lebih tinggi tahun ini dan kualitasnya juga lebih baik. Kulit bawang pada tahun ini lebih bagus,” jelas Supratmojo saat di wawancarai Selasa 15/09/2026.
El Nino dan Sensitivitas Tanaman Hortikultura
Supratmojo menerangkan, tanaman hortikultura memiliki karakteristik yang berbeda dalam menghadapi kondisi cuaca. Bawang merah, misalnya, merupakan komoditas yang cukup sensitif terhadap curah hujan tinggi.
Karena itu, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan petani. Jika curah hujan terlalu tinggi, tanaman bawang dapat mengalami gangguan dan berpotensi memengaruhi produktivitas.
Sebaliknya, kondisi yang lebih kering dalam batas tertentu justru dapat mendukung pertumbuhan dan kualitas bawang merah.
“Bawang memang kebutuhannya panjang. Tanaman ini juga sensitif dengan hujan. Kalau hujan terlalu tinggi, tanaman bisa terganggu. Karena itu kondisi cuaca sangat berpengaruh terhadap produksi,” ungkapnya.
Cabai Rawit dan Cabai Keriting Mulai Merata
Selain bawang merah, komoditas cabai rawit dan cabai keriting juga menjadi perhatian Dinas Pertanian Kabupaten Dompu.
Menurut Supratmojo, tanaman cabai saat ini sudah mulai berkembang di sejumlah kecamatan. Salah satu wilayah yang menunjukkan perkembangan cukup baik berada di Kecamatan Kempo, khususnya Desa tolo kalo dan sejumlah desa lainnya.
Namun, luas areal tanaman cabai masih relatif kecil apabila dibandingkan dengan tanaman bawang merah.
“Kalau cabai rawit dan cabai keriting hampir merata di setiap kecamatan. Tetapi luas tanamannya tidak sebesar bawang merah. Ada yang sekitar 10 are, 20 are, bahkan maksimal bisa mencapai setengah hektare,” jelasnya.
Fokus Pengembangan di Sejumlah Kecamatan
Pengembangan tanaman cabai, lanjut Supratmojo, juga dilakukan di beberapa wilayah yang memiliki potensi untuk pengembangan hortikultura.
Beberapa wilayah yang disebut menjadi lokasi tanaman cabai antara lain Kecamatan Woja, Kecamatan Pajo, serta sejumlah wilayah lainnya.
Sementara itu, untuk kawasan dengan hamparan pertanian yang luas, pengembangan komoditas hortikultura dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lahan dan karakteristik tanaman.
Supratmojo menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan tanaman hortikultura di lapangan.
Namun, terkait persoalan harga, pihaknya menjelaskan bahwa bidang hortikultura lebih fokus pada aspek produksi dan pengembangan tanaman.
“Untuk harga, kami tidak masuk terlalu jauh. Kami lebih melihat perkembangan produksi dan membandingkannya dengan tahun sebelumnya,” terangnya.
Produksi Naik, Kualitas Harus Dipertahankan
Peningkatan produksi, menurut Supratmojo, harus diikuti dengan peningkatan kualitas. Sebab, produktivitas yang tinggi tanpa kualitas yang baik belum tentu memberikan nilai tambah maksimal bagi petani.
Karena itu, kondisi cuaca, pola tanam, pengelolaan lahan, hingga pemeliharaan tanaman menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas komoditas hortikultura Dompu.
Dengan potensi lahan pertanian yang dimiliki Kabupaten Dompu, komoditas bawang merah dan cabai diharapkan tetap menjadi bagian penting dalam penguatan sektor pertanian sekaligus mendukung ekonomi masyarakat.( Byos)

0 Komentar